Refill Toner, Solusi Hemat Pengeluaran Hingga 85%
Salah satu permasalahan yang kerap dijumpai dalam urusan printer adalah isi cartridge cepat habis apalagi jika kantor Anda termasuk sering mencetak berbagai dokumen. Harga cartridge original cukup menguras budget ATK perusahaan, apalagi untuk cartridge laser printer, harganya bisa mencapai Rp 800 ribu hingga Rp 3,5 jutaan!Laser printer biasa dipakai untuk office use. Seperti biasanya intensitas pemakaiannya (volume cetak) sudah pasti tinggi, artinya anda akan lebih sering membutuhkan pergantian cartridge. Bayangkan berapa besar biaya yang harus dikeluarkan untuk pembelian cartridge original? Apalagi di tengah ketatnya persaingan bisnis, dimana revenue bisa mengalami penurunan. Alhasil bisnis pun harus senantiasa harus dapat berhemat di segala sisi, termasuk menghemat budget untuk urusan cetak mencetak (print) ini.
Mungkin anda akan bertanya-tanya, apakah kualitas refill toner akan sebaik cartridge original yang baru. Apakah hasil cetaknya akan memuaskan? Jika anda tidak cermat memilih toko yang menawarkan jasa refill toner, masalah tersebut bisa saja terjadi. Memang banyak toko yang menawarkan kualitas serbuk toner di bawah toner standar, sehingga kualitas hasil cetaknya tidak memuaskan. Tak hanya itu, toner pun bisa cepat habis karena banyak yang masuk ke waste (bagian dari cartridge printer, tempat serbuk toner yang tidak meleleh dengan sempurna). Pada akhirnya, maksud hati mau berhemat, apa daya malah kualitas cetaknya jelek dan toner makin cepat habis.
Lantas, apakah permasalahan berhenti hanya sampai di sana? Jawabannya tidak, masih ada permasalahan lain. Bayangkan kembali jika anda harus sering mengganti cartridge, berapa banyak sampah plastik yang akan terbuang? Hampir semua produk industri pada akhirnya akan menjadi sampah yang jumlahnya akan sama dengan jumlah pemakaian (konsumsi). Sementara proses pengurangan sampah berjalan lebih kecil dibanding produksinya. Akibatnya sampah makin menumpuk dan menimbulkan masalah baru, yakni pencemaran lingkungan. Di tengah permasalahan lingkungan semacam itu, produk ramah lingkungan sudah sepatutnya ditawarkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar